Anak-Anak Jadi “Pedagang Cilik”, Market Day TK IT Al Mumtaza Ajarkan Wirausaha Sejak Dini
LAMSELNEWS.COM, Kalianda - Halaman TK IT Al Mumtaza yang biasanya dipenuhi tawa riang anak-anak saat belajar dan bermain, Sabtu (18/4/2026) pagi itu berubah menjadi pasar mini yang hidup.
Suara tawar-menawar, panggilan
menawarkan dagangan, hingga gelak tawa orang tua dan guru berpadu menciptakan
suasana yang hangat sekaligus edukatif.
Bukan pasar biasa, melainkan
kegiatan market day yang melibatkan
seluruh siswa, guru, hingga wali murid. Di momen ini, anak-anak tampil percaya
diri sebagai “pedagang cilik” dan
pembeli, mempraktikkan langsung apa yang sebelumnya hanya mereka pelajari di
dalam kelas.
Kepala TK IT Al Mumtaza,
Andriani, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari proses
pembelajaran tematik bertajuk “Pedagang Kecil”.
Selama beberapa waktu sebelumnya,
anak-anak telah bermain peran menjadi penjual dan pembeli menggunakan uang
mainan. Kini, mereka menghadapi pengalaman nyata.
“Kalau sebelumnya anak-anak
hanya menggunakan uang bohong-bohongan, hari ini mereka benar-benar praktik
langsung. Jadi bukan sekadar imajinasi, tapi pengalaman nyata yang akan mereka
ingat,” ujar Andriani.
Sejak pagi, berbagai lapak
sederhana mulai dipadati pengunjung. Aneka makanan ringan dan minuman hasil
olahan ayam, ikan, buah, hingga produk nonberas tersaji menarik. Tak hanya itu,
kreativitas juga terlihat dari berbagai alat peraga edukatif (APE) yang
dipamerkan, hasil kolaborasi antara orang tua dan anak.
Antusiasme terlihat jelas.
Orang tua tak sekadar mendampingi, tetapi juga turut berinteraksi, membeli,
bahkan memberi semangat kepada anak-anak yang sedang belajar menjual produknya.
Menurut Andriani, market day
bukan hanya soal jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media
pembelajaran komprehensif, melatih keberanian, komunikasi, hingga kemandirian
anak sejak usia dini.
“Kami berharap kegiatan ini
tidak hanya mengenalkan konsep wirausaha, tetapi juga mempererat hubungan
antara sekolah dan orang tua. Ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus
pembelajaran,” tambahnya.
Selain aktivitas jual beli,
kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba pembuatan alat peraga edukatif oleh
wali murid. Menariknya, seluruh APE dibuat dari bahan-bahan bekas yang ada di
sekitar, seperti kardus, botol plastik, hingga kain perca.
Upaya ini bukan tanpa tujuan.
Sekolah ingin menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu bergantung
pada buku, tetapi bisa melalui permainan yang kreatif dan edukatif.
“APE yang dibuat ini nantinya
akan menjadi inventaris sekolah dan digunakan dalam kegiatan belajar. Ini
bentuk kontribusi nyata dari orang tua untuk pendidikan anak-anak,” jelas
Andriani.
Kegiatan tersebut mendapat
apresiasi dari Bunda PAUD Kecamatan Kalianda, Evi Utami, yang hadir sekaligus
membuka acara. Ia menilai seluruh karya yang ditampilkan tidak hanya kreatif,
tetapi juga memiliki nilai edukatif tinggi.
“Semua APE yang dibuat sangat
bagus, kreatif, dan memiliki manfaat masing-masing. Ini sangat membantu dalam
menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, dan sosial anak,” kata Evi.
Ia juga menekankan pentingnya
kegiatan seperti market day dalam membangun fondasi keterampilan dasar anak.
Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berhitung, mengenal nilai uang, hingga
berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
“Anak-anak belajar banyak hal
di sini, mulai dari keberanian berbicara, berinteraksi, hingga memahami konsep
sederhana ekonomi. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Korwil
8 Kecamatan Kalianda dan Rajabasa Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan,
Susmiati, Pengawas TK Wilayah Kecamatan Kalianda, Hardita, dan Bunda PAUD
Kelurahan Way Urang, Anna Syofiana. (*)



