Akses Liputan Dipersoalkan, Jurnalis Soroti Cara Kerja Tim Media Gubernur Lampung
Perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Roma, mengatakan persoalan tersebut tidak berkaitan langsung dengan karakter kepemimpinan Gubernur Lampung. Menurutnya, Gubernur selama ini justru menunjukkan sikap terbuka dan komunikatif terhadap media.
“Di era saat ini, pembatasan terhadap teman-teman media bukan datang dari Bapak Gubernur. Kita tahu dari media sosial maupun kesehariannya, beliau sosok yang terbuka dan taat beribadah. Namun, yang menjadi permasalahan hari ini justru orang-orang di lingkungan beliau sendiri, salah satunya dari tim media gubernur,” ujar Roma.
Sorotan, kata Roma, lebih ditujukan pada pola komunikasi dan pengaturan teknis peliputan yang dilakukan oleh oknum tim media yang akrab disapa “Mak De” (Dina Puspa).
Ia menilai cara berkomunikasi dengan wartawan di lapangan semestinya tetap mengedepankan etika profesi dan memahami kebutuhan kerja jurnalistik, terlebih yang bersangkutan disebut memiliki latar belakang sebagai jurnalis.
“Sangat disayangkan, padahal ‘Mak De’ ini berangkat dari latar belakang yang sama dengan kita, yaitu jurnalis. Seharusnya dia paham betul bagaimana tugas dan mekanisme kerja kita di lapangan,” katanya.
Roma juga mengungkapkan pernah menyaksikan langsung wartawan yang mengalami pembatasan saat menjalankan tugas peliputan, salah satunya pada agenda pelantikan Satlinmas beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pengaturan ruang dan teknis pengambilan gambar dalam sebuah kegiatan memang diperlukan. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu dilakukan secara proporsional agar tidak menimbulkan kesan menghalangi kerja wartawan.
“Banyak media yang diusir atau dibatasi saat hendak mengambil gambar dan video. Kita paham ada tata tertib serta batasan ruang pengambilan foto, tetapi tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak elegan seperti itu,” tegas Roma.
Atas sejumlah kejadian tersebut, Roma mendorong adanya evaluasi terhadap mekanisme kerja, batas kewenangan, serta pola komunikasi Tim Media Gubernur Lampung dengan insan pers.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan yang selama ini telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Lampung, dan kalangan media, sekaligus memastikan kebutuhan pengamanan maupun pengaturan acara tetap berjalan tanpa mengurangi ruang kerja jurnalistik.
Bagi insan pers, keterbukaan akses dan komunikasi yang proporsional menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pemerintahan dapat diberitakan secara utuh kepada publik. (NN)

